
Semarang, 11 Agustus 2025 — Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Masthuriyah Kota Semarang sukses menggelar Haflah Khotmil Qur’an (HKQ) ke-2 pada Ahad, 10 Agustus 2025. Acara yang menjadi puncak apresiasi ini digelar dua tahun sekali sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an dari berbagai penjuru Nusantara. Pondok yang berdiri sejak 2018 ini pada tahun 2025 mewisuda 69 khotimin, terdiri dari 9 khotimin bil hifdzi dan 9 khotimin bin nadhor. Para khotimin berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Menariknya, sebagian besar khotimin adalah mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang mampu menjaga hafalan di tengah kesibukan kuliah bahkan pekerjaan.
Pengasuh PP Al-Masthuriyah, Abah Yai H. Zaenal Arifin, S.H.I., M.Ag., Al-Hafidz, dalam sambutannya menegaskan bahwa khotmil Qur’an bukan sekadar acara seremonial. “Ini adalah bentuk syukur kami kepada Allah atas nikmat besar berupa lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an di tengah zaman yang penuh tantangan. Menjaganya, memahaminya, dan mengamalkannya adalah tugas suci kita semua,” ujarnya. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk tidak hanya memuliakan Al-Qur’an saat acara berlangsung, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini turut diisi mauidhoh hasanah oleh Romo K.H. Muhammad Ulil Albab Arwani, Al-Hafidz, yang memberikan pesan agar rumah-rumah umat Islam senantiasa hidup dengan lantunan ayat-ayat suci. Beliau juga menganjurkan untuk mengkhatamkan Al-Qur’an seminggu sekali, dimulai pada malam Jumat dan diakhiri Kamis sore, dengan metode فَمِبِشَوْقٍ (famibisyauqin). Pesan ini menjadi pengingat bahwa interaksi dengan Al-Qur’an harus terjaga secara konsisten, bukan hanya pada momen-momen khusus.
Sambutan dari perwakilan peserta khataman disampaikan oleh Kang Ulil Abshor, S.Pd., yang mewakili seluruh khotimin. Dalam ungkapannya, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bimbingan dan pendidikan yang telah diberikan oleh Abah Yai H. Zaenal Arifin, S.H.I., M.Ag., Al-Hafidz, serta Ummi Hj. Ismah, S.Ag., M.Pd. Ia mengakui bahwa perjalanan menuntut ilmu di pesantren tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan para santri, baik dalam sikap maupun ucapan. “Atas segala khilaf yang pernah terjadi selama kami menimba ilmu di pondok ini, kami memohon maaf dengan setulus hati. Semoga semua itu menjadi pelajaran berharga untuk kami melangkah lebih baik di masa depan,” ujarnya dengan penuh haru.
Menjelang akhir acara, Kang Ali As’ad, S.Ag., Al-Hafidz, selaku ketua pelaksana memberikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari para guru, panitia, wali santri, hingga para tamu undangan yang telah memberikan dukungan penuh. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan dan berharap Haflah Khotmil Qur’an ke-3 kelak dapat dipersiapkan dengan lebih matang dan membawa manfaat yang lebih luas bagi umat.
Acara ditutup dengan penuh khidmat oleh MC Kang Shoodiq dan Kang Wisnu melalui pembacaan bait syair yang sarat makna:
وَكُنْ قَارِئًا لِلْقُرْآنِ فِي اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَكُنْ حَافِظًا لَهُ فِي الصُّدُورِ وَالأَسْطَارِ
“Jadilah engkau pembaca Al-Qur’an di malam dan siang hari, dan jadilah penjaganya di dalam dada dan di lembaran-lembaran.”
Bait syair ini menjadi penegasan bahwa menjaga Al-Qur’an bukan hanya sebatas menghafalnya, tetapi juga menghidupkannya dalam hati, pikiran, dan perilaku sehari-hari. Perjalanan para khotimin—dengan segala pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran—menjadi teladan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, masih tumbuh generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas hidup.
Haflah Khotmil Qur’an ke-2 ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum spiritual untuk memperkuat ikatan dengan Al-Qur’an, menanamkan mahabbah (cinta) kepadanya, serta meneguhkan komitmen untuk senantiasa menjadikannya sumber inspirasi dan pedoman dalam setiap langkah. Kehadiran para khotimin dari berbagai penjuru negeri membuktikan bahwa Al-Qur’an memiliki kekuatan mempersatukan hati, melampaui batas geografis, budaya, dan latar belakang sosial.
Dengan berakhirnya rangkaian acara, keluarga besar PP Al-Qur’an Al-Masthuriyah menaruh harapan besar agar Haflah Khotmil Qur’an ke-3 dapat menghadirkan lebih banyak generasi Qur’ani, menginspirasi masyarakat luas, dan menebarkan cahaya hidayah di tengah umat. Semoga sinar Al-Qur’an yang terpancar dari pondok ini terus menyinari jalan kebaikan, menguatkan persaudaraan, dan membawa keberkahan yang diridhai Allah SWT.
Penulis: Syariif Ahmad Ja’far Shoodiq, S. Ag.
Penyunting: Reza Rohmatulloh